BFun
With me...

Peristiwa 10 November

Posted In: . By Yohanes P.Wuysan


Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Langsung ke: navigasi, cari
Pertempuran Surabaya
Bagian dari Perang Kemerdekaan Indonesia
Pertempuran Surabaya
Tentara India Britania menembaki penembak runduk Indonesia di balik tank Indonesia yang terguling dalam pertempuran di Surabaya, November 1945.
Tanggal 27 Oktober - 20 November, 1945
Lokasi Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
Hasil Inggris menguasai Surabaya
Pihak yang terlibat
Flag of Indonesia.svg Indonesia Flag of the United Kingdom.svg Britania Raya
Flag of the Netherlands.svg Belanda
Komandan
Bung Tomo (penggerak massa) Brigjen A. W. S. Mallaby
Mayjen E. C. Mansergh
Kekuatan
20,000 tentara
100,000 pasukan liar[1]
30,000 (puncak)[1]
didukung tank, pesawat tempur, dan kapal perang
Jumlah korban
6,000[2] - 16,000[1] tewas 600[3] - 2,000[1] tewas

Pertempuran Surabaya merupakan peristiwa sejarah perang antara pihak tentara Indonesia dan pasukan Belanda. Peristiwa besar ini terjadi pada tanggal 10 November 1945 di kota Surabaya, Jawa Timur. Pertempuran ini adalah perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme. [2]

Daftar isi

[sembunyikan]

 

Bagi anda yang melakukan aktifitas bisnis online dengan basis blog tentu terkadang dibikin klepeks-klepeks (sangat capeeek), misalnya saja anda harus mengelola puluhan blog bisnis. Tentu semua butuh blog dengan PR tinggi, Alexa yang mantab, dan seterusnya. Blogger Senayan akan membantu untuk menjadikan blog anda bisa terdeteksi oleh mesin pencari maka harus terlebih dahulu mendaftarkan blog yang anda miliki.

Misalkan anda yang punya beberapa blog baru dalam sebulan tentu anda akan merasakan lelah untuk mendaftarakan kesekian mesin pencari. Namun kelelahan anda tidaklah sia-sia karena itulah proses belajar sekaligus bekerja. Untuk mengatasi masalah anda yang mengalami hal ini maka berikut ini sajian tentang cara lain yang lebih sederhana dan cepat (efisien) untuk mendaftarkan blog anda pada beberapa mesin pencari (search engine) dalam waktu yang cukup singkat.

Cara-cara yang harus ditempuh adalah mempergunakan tools untuk menggantikan operasi yang manual. Selanjutnya silahkan anda untuk Memanfaatkan fasillitas dari submitexpress Fasilitas di situs ini memakai tools khusus agar alamat URL blog yang kita daftarkan lewat situs ini dapat sekaligus terdaftar ke 40 search engine seperti Google, Yahoo dan MSN maupun yang lainnya.

Apabila anda tertarik maka silahkan mengikuti beberapa langkah berikut:

  1. Silahkan anda mengunjung situs http://submitexpress.com atau Klik disini.
  2. Lanjutkan dengan melengkapi beberapa data dan informasi. Kemudian silahkan mengisikan alamat blog Anda di kotak yang telah disiapkan tersedia di bawah tulisan FREE SUBMISSION.
  3. Klik Continou kemudian silahkan anda untuk mengisikan email yang telah anda di kotak yang tersedia.
  4. Setelah anda mengisi kode rahasia yang ada di bagian bawah, kemudian silahkan klik “submit”
  5. Proses sudah Selesai

Cukup mudah kan? Dengan langkah-langkah yang demikian maka anda tidak terlalu capek karena secara manual mendaftarkan sejumlah blog anda. OK selamat mencoba semoga bisnisnya lancar.

Sumber : Shalimow

 

Panduan Memilih Raket Bulutangkis

Posted In: . By Yohanes P.Wuysan

Bagi yang serius bermain bulutangkis, sebaiknya pilih raket yang sesuai dengan karakter permainan Anda. Pilihan yang tepat, akan membantu prestasi Anda.

Raket dengan teknologi yang dimiliki kerap menjadi faktor penting atlet bulutangkis. Teknologinyapun berkembang signifikan, dari semula menggunakan bahan material kayu hingga raket yang dikenal sekarang sudah menggunakan bahan aluminium atau titanium, dengan pertimbangan bahwa bahan aluminium lebih ringan hingga bisa memaksimalkan teknik pukulan.

Awalnya, pada zaman pertengahan, di Inggris dikenal sebuah permainan yang menggunakan shuttlecock dengan pemukul berupa dayung atau tongkat yang kala itu disebut battledores. Dayung atau tongkat tersebut digunakan untuk memulul shuttlecock dan menjaga agar tetap di udara serta mencegahnya menyentuh tanah.

Perkembangan pemukul yang belakangan dikenal dengan nama raket ini terbilang pesat, pada awalnya secara tradisional raket dibuat dari bahan kayu. Pemilihan bahan berikutnya adalah aluminium atau logam ringan lainnya. Kini hampir semua raket bulutangkis professional berkomposisikan komposit serat karbon (plastik bertulang grafit). Serat karbon memiliki kekuatan hebat terhadap perbandingan berat, kaku dan memberi perpindahan energi kinetik yang hebat. Namun sejumlahmodel rendahan alias bukan merk ternama, masih menggunakan baja atau aluminium untuk sebagian atau keseluruhan raket.

Komponen yang tidak lepas dari raket adalah senar. Senar menjadi salah satu bagian yang paling diperhatikan dalam bulutangkis. Jenis senar berbeda dan memiliki dan memiki cirri-ciri yang berlainan pula terhadap efek pantulan kok. Keawetan senar secara umum juga bervariasi tergantung intensitas pemakaian. Kebanyakan senar memiliki ketebalan 21 ukuran dan diuntai dengan ketegangan 18 sampai 30+ lb. Pemilhan senar raket ini tergantung kepada kapasitas pemain. Tentunya akan berbeda antara pemain amatir dengan yang sudah professional.

Sebagai panduan memilih raket, berikut adalah paparan ringkas spesifikasi dan istilah untuk raket bulutangkis standar. Spesifikasi berikut memang bukan patokan Standar Internasional, hanya sebagai pedoman umum saja.

1. Kelenturan Gagang (Stiffness of Shaft)
a. Medium (Fleksibel)
Pemindahan sebagian tenaga yang berpusat pada pergelangan tangan. Pemusatan energi untuk tungkai yang fleksibel saat raket diayun memberikan daya tolak lebih besar saat shuttlecock menyentuh raket. Jenis ini sangat baik untuk pertahanan (defensive) atau untuk mengontrol gaya permainan lainnya.

b. Stiff (Limited Flexibility)
Pemindahan tenaga yang memungkinkan dari pergelangan tangan. Tangkai jenis ini sangat dianjurkan untuk teknik permainan bertahan (defensive). Maupn permainan serangan (offensive).

c. Extra Stiff (Minimum Flexibility)
Pemindahan tenaga secara maksimum yang berpusat pada pergelangan tangan. Gerakan tangkai raket yang minimalis memberikan ketepatan yang lebih baik atas penempatan shuttlecock. Raket dengan tangkai jenis ini sangat ideal untuk teknik permainan serangan (offensive) seperti smashing, net kill dan sebagainya.

2. Bentuk Frame Raket
a. Conventional - Berbentuk Oval Standar.
b. Isometric - Berbentuk cenderung persegi (Square Head Share).

3. Komposisi Frame
a. Basis Material
- AluminiumHi
- Modulus Graphite
- Super Hi-Modulus Graphite
- Ultra Hi-Modulus Graphite
- Nano Carbon

b. Mesh
- Woven Kevlar
- Titanium Composite (Utility Titanium)
- Ultra Titanium
- GForceTi
- UltimumTi

4. Shaft Composition (Komposisi Gagang)
a. Bahan Baku
- Aluminium
- Hi-Modulus Graphite
- Super Hi-Modulus Graphite
- Ultra Hi-Modulus Graphite
- Nano Carbon

b. Mesh (join gagang dengan frame)
- Titanium Composite (Utility Titanium)
- Ultra Titanium
- UltimumTi

5. Bobot Raket
a. 2U (90-94g)
b. 3U (85-89g)
c. 4U (80-84g)

6. Panjang Total (frame tip – handle end)
a. Standard (665mm / 26.0 inches)
b. Long (675mm / 26.5 inches).

7. Ukuran Grip
a. Hi-Qua G2 – 3.25 inches, Tactic / Yonex G2 – 4.00 inches
b. Hi-Qua G3 – 3.50 inches, Tactic / Yonex G3 – 3.75 inches
c. Hi-Qua G4 – 3.75 inches, Tactic / Yonex G4 – 3.50 inches
d. Hi-Qua G5 – 4.00 inches, Tactic / Yonex G5 – 3.25 inches

8. Toleransi Tegangan Senar
a. Aluminium & Hi-Modulus Graphite Frames
- Main 18-20lbs (8-9kg)
- Cross 20-22lbs (9-10kg).

b. Super & Ultra Hi-modulus Graphite Frames
- Main 18-24lbs (8-11kg)
- Cross 20-26lbs (9-12kg).

9. Titik Keseimbangan dari Ujung Grip
a. 270-280mm = Head Light (Defensive)
b. 275-285mm = Neutral (All Round)
c. 285-295mm = Head Heavy (Offensive)
d. 295-300mm = Extra Head Heavy (Offensive)

Meski bukan patokan khusus, bagi para peminat bulutangkis, mungkin sudah saatnya memilih raket yang sesuai dengan kapasitas permainan masing-masing. Karena tiap pemain memiliki kemampuan berbeda. Jadi jangan salah pilih raket, percuma punya raket canggih dengan kualitas teknologi terbaru kalau ternyata tidak sesuai.


Sumber: Tabloid Sporty

 

Sejarah all England

Posted In: . By Yohanes P.Wuysan

Sejarah all England

Kejuaraan ini sebenarnya telah berumur 111 tahun karena sudah dipertandingkan sejak April 1899, menyusul kesuksesan kejuaraan bulutangkis pertama di dunia pada 1898 di Guilford. Namun, kompetisi sempat beberapa kali tidak dilaksanakan karena berbagai hal, seperti saat Perang Dunia I (1915-1919) dan II (1940-1946), sehingga tahun ini penyelenggaraannya “masih” yang ke-100. Sejak digelar, All England sudah berpindah tempat ke 8 lokasi berbeda.



Bulutangkis.com - Kejuaraan ini sebenarnya telah berumur 111 tahun karena sudah dipertandingkan sejak April 1899, menyusul kesuksesan kejuaraan bulutangkis pertama di dunia pada 1898 di Guilford. Namun, kompetisi sempat beberapa kali tidak dilaksanakan karena berbagai hal, seperti saat Perang Dunia I (1915-1919) dan II (1940-1946), sehingga tahun ini penyelenggaraannya “masih” yang ke-100. Sejak digelar, All England sudah berpindah tempat ke 8 lokasi berbeda.

Sebelum All England, nama turnamen adalah “Kejuaraan Inggris Terbuka'” dan hanya memainkan sektor ganda, yaitu ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran. Namun, setelah itu, nomor tunggal putra dan putri ikut ditarungkan. Nama All England sendiri baru dipakai sejak 1902.

All England sempat diberi “gelar” sebagai kejuaraan dunia tidak resmi oleh insan bulutangkis di dunia ini. Itu karena penting dan bergengsinya turnamen ini. Sejak digelar, All England telah delapan kali berpindah lokasi berbeda, dan terakhir diadakan di Birmingham. Meskipun bukan turnamen yang menyediakan hadiah tertinggi, All England selalu dibanjiri pemain-pemain dunia. Pemain boleh tidak tampil di turnamen lainnya, meskipun hadiahnya lebih besar, tetapi tidak dengan kompetisi yang menyediakan total hadiah US$ 200.000 ini.

Turnamen ini mempunyai sejarah panjang dan tertua di dunia. Para pemain, belum merasa lengkap menjadi yang terbaik jika belum merebut gelar juara All England. Banyak pemain yang berlatih keras karena prioritas utama mereka ingin mencetak sejarah dengan juara di All England. Seorang pemain akan lebih lengkap gelar juaranya jika merasakan All England, juara dunia, dan Olimpiade. Juara dunia dan Olimpiade tentu juga diimpikan semua pemain di dunia ini. Dua ajang ini bahkan tidak menyodorkan hadiah sama sekali namun menjadi hal yang sangat penting dan bersejarah bagi seorang pemain bulutangkis.

Dalam sejarahnya, sebelum dikuasai para pemain Asia, gelar All England terlebih dahulu dikuasai oleh pemain lokal. Hingga sekarang, Sir George Alan Thomas tercatat sebagai atlet yang paling banyak merebut gelar juara, yaitu dengan 21 titel dari berbagai nomor. Pada era modern ketika pemain Asia mulai berjaya, nama-nama seperti Rudy Hartono, Liem Swie King (Indonesia), Susy Susanti (Indonesia), Ye Zhaoying, Gong Zhichao, Xie Xinfang (China), Park Joo Bong/ Kim Moon Soo, Li Yong Bo/ Tian Bingyi merupakan pemain paling sukses merebut banyak gelar.

Rudy mencatat rekor delapan kali juara tunggal putra, yaitu pada 1968-1974, dan 1976. Rekor ini begitu fantastis, dan belum ada yang mampu menyamainya. Rasanya sulit bagi pemain sekarang untuk menyaingi apa yang telah diraih pria asal Surabaya ini. Rudy, dalam sebuah kesempatan mengatakan, harus berlatih keras selama enam bulan sebelum tampil di All England.

Sayangnya, setelah duet putra Candra Wijaya/ Sigit Budiarto yang juara pada 2003, tak ada gelar juara lagi yang dirasakan para pemain Indonesia. Hariyanto Arbi, yang sekarang bergelut dengan bisnis perlengkapan bulutangkis Flypower, adalah pemain tunggal putra terakhir yang merebut gelar juara, yaitu pada 1994. Setelah Hariyanto, sebenarnya ada Taufik Hidayat yang diharapkan juara. Namun faktanya, Taufik hanya menjadi finalis dua kali, 1999 dan 2000. Taufik pun mempunyai keinginan kuat untuk menyandingkannya dengan gelar juara dunia dan Olimpiade.

Liem Swie King, salah satu pemain Indonesia yang juga menorehkan namanya daftar juara All England merasa bangga karena dapat merebut gelar juara di kompetisi tersebut. “Waktu itu, All England merupakan acuannya bulutangkis, karena belum ada Kejuaraan Dunia dan Olimpiade. Namun, saya kira, sampai sekarang pun turnamen ini menjadi tolok ukur juga walau sudah ada Kejuaraan Dunia dan Olimpiade,” kata Swie King.

Pemain binaan klub Djarum yang tiga kali merebut gelar juara di All England ini mengatakan menjadi juara All England akan lebih dikenang dari pada juara di turnamen lainnya. “Salah satu daya tarik yang kuat dari turnamen ini, adalah gengsinya karena tertua di dunia dan mempunyai sejarah yang sangat panjang,” ujar pemain asal Kudus ini.

Untuk menjadi juara di All England, Swie King harus berlatih keras selama tiga bulan. “Kita harus fokus latihan ke All England. Saya latihan serius selama tiga bulan untuk menjadi juara,” ujar Swie King yang mendapat hadiah 2.500 pound sterling setiap kali juara di All England itu. (Contributed by: Image Dynamics)

Sumber : Bulutangkis.com

 

ChatBox